LIVERPOOL PERLU JAGA SEMANGAT

Berita Bola: Liverpool – Seperti halnya dalam hampir dua dasawarsa terakhir, Liverpool juga pernah mengalami musim paceklik gelar berkepanjangan di masa lalu. Kekurangan mereka saat ini adalah kebuasan yang kontinyu.

Liverpool belum pernah lagi menjuarai Liga Inggris sejak kali terakhir meraihnya di musim 1989/1999. Walaupun selama itu selalu beredar di papan atas, dan masuk tim favorit di setiap musim, tapi mereka tak kunjung menjadi kampiun di negeri sendiri.

Mantan pemain terpandang mereka, Phil Thompson, mencoba membandingkan situasi serupa ketika ia masih aktif membela The Reds, dari 1971 sampai 1984. Di musim penuh pertamanya di Anfield (1972/1973), ia membantu klub besutan Bill Shanky itu meraih gelar pertamanya sejak 1966. Artinya, Liverpool pernah tak mengangkat piala apapun selama tujuh tahun berturut-turut.

“Waktu itu tekanannya tidak sama,” tutur Thompson kepada majalah resmi Liverpool, yang dilansir situs http://www.liverpoolfc.tv. “Waktu itu kami tidak diperkirakan cemerlang dan memenangi titel, karena sudah lama betul kami tidak juara.”

“Maksudnya, itu sudah tujuh tahun dan jaraknya sedikit membebani kami. Itu tim baru bentukan Shanks. Saya masih muda saat kami memenangi titel yang pertama itu, seorang gelandang yang meraihnya,” sambung figur yang pernah menjadi asisten pelatih Liverpool di era Gerard Houllier itu.

Di masa kini, Thompson berharap Liverpool bisa mulai memperlihatkan semangat tinggi untuk menjadi juara Inggris. “Anda harus menggali dalam-dalam spirit itu berkali-kali,” tukas pria 55 tahun itu, yang selama 13 musim membela Liverpool mampu menyumbangkan tujuh gelar liga di tahun 1973, 1976, 1977, 1979, 1980, 1982, dan 1983.

Saat memenangi tujuh titel itu, lanjut Thompson, mungkin orang berpikir bahwa Liverpool kala itu selalu tampil fantastis dari minggu ke minggu. Padahal tidak demikian. Khususnya pada pertandingan melawan tim-tim kecil, mereka harus berusaha keras untuk bisa tetap bersemangat.

Hal itulah yang ia nilai sebagai sebuah kemiripan dengan kondisi Liverpool saat ini. Ia berharap Steven Gerrard bisa lebih agresif lagi, mampu lebih buas untuk memungut kemenangan di setiap pertandingan, terutama saat melawan tim-tim yang kelasnya di bawah.

“Bahkan ketika menghadapi Stoke City di kandang sendiri musim lalu, di mana kami membuat 27 kali upaya mencetak gol, keagresifan untuk menghabisi mereka justru tidak ada,” cetus Thompsons, yang pernah juga menjadi arsitek utama Liverpool di musim 2001/2002, saat manajer Houllier mengalami masalah dengan jantungnya.

“Liverpool selalu masuk empat besar, tapi tetap belum bisa juara. Kami cuma kalah dua kali di musim lalu, tapi tidak juara juga… Kalau posisinya adalah kami bermain seri melawan tim-tim top itu dan menang atas tim-tim lebih kecil, dengan rasa hormat, kami akan bisa menjuarai liga.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: